Kemenag Kubar Dukung Pegawainya Tempuh PPs Guna Peningkatan Karir

Kamis, 08 April 2021 | 14:04       Dibaca 16 kali

Sosialisasi PPs IAIN Samarinda di buka kegiatannya oleh Kasubag TU kantor Kemenag Kubar H. Achmad Syofian, S.Ag (8/4)

Kutai Barat (Humas)-Untuk meningkatkan karir, kantor Kementerian Agama kabupaten Kutai Barat mendukung para pegawainya untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih baik lagi. Hal ini di sampaikan kepala sub bagian tata usaha kantor Kemenag Kubar H. Achmad Syofian, S.Ag membuka kegiatan sosialisasi program pasca sarjana (PPs) Institut agama Islam negeri Samarinda pagi tadi, (8/4).

IAIN saat ini sedang berproses untuk menjadi Universitas Islam (UIN) Sultan Adji Muhammad Idris, dimana program pengembangan pendidikan akan selalu di tingkatkan.

PPs yang edang di tawarkan saat ini meliputi program studi pendidikan agama Islam (PAI) dengan akreditasi A, Program studi manajemen pendidikan Islam (MPI) terakreditasi B, program studi hukum keluarga Ahwal Al Syakshiyah (HK) terakreditasi B, studi ekonomi syariah (ES) akeditasi B, pendidikan Islam anak usia dini (PIAUD) akreditasi B, dan program studi komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) dengan akreditasi B.

Peserta peminat PPs tahun 2021 akan mengikuti beberapa tahap mulai pendaftaran secara online  di hhtp://uman.iain-samarinda.ac.id. Mengisi biodata hingga memperoleh ID pendaftaran dan nomor PIN serta mencetak kartu daftar sementara. Biaya administrasi dibebankan pada peserta sebesar Rp.375.000,-melalui bank mitra  dengan membawa kartu daftar sementara. Log in melengkapi biodata dan mencetak kartu peserta di hhtp://uman.iain-samarinda.ac.id.

Ujian online dilaksanakan pada tanggal 19 Februari hingga 15 juni 2021. Sementara tes online dilaksanakan tanggal 1-2 Juli 2021.Pengumuman hasil kelulusan pada 9 Juli 2021 dan registrasi dilaksanakan tanggal 15-23 Juli 2021.

Selain PPs IAIN Samarinda segera membuka program doktor (S3) pendidikan agama Islam dan program ilmu Al Qur’an dan tafsir (S2).

Dalam sosalisasi ini beberapa peserta mengajukan pertanyaan diantaranya harapan untuk menggelar kuliah jarak jauh (online) dan permohonan bantuan untuk mempermudah izin mengikuti pendidikan bagi para pegawai.

Untuk perkuliahan jarak jauh saat ini IAIN belum bisa melaksanakannya dengan alasan menghindari permasalahan usai kelulusan. Sementara untuk perizinan kuliah bagi pegawai, sudah menjadi tanggung jawab lembaga tempat mereka bekerja untuk bersedia membantu. Keterangan ini di sebutkan kepala program studi PAI Dr. Hj Fathul Jannah, M.Si.  

Beberapa pengembangan jalinan kerjasama tengah dilakukan IAIN Samarinda dengan lembaga pendidikan tinggi luar negeri. Waktu ideal mengikuti PPs selama empat semester dimana semester satu dan dua teori di berikan, semester tiga mahasiswa akan mendapatkan bimibingan dan pada semester empat melaksankan tesis. Bila rentan waktu tersebut dilaksanakan dengan baik mahasiswa dapat menempuh S2 dalam waktu dua tahun. (ed) 

Kontributor : Ed 

Editor : Ruhainah