Tim Rukyat Berau, Tidak Bisa Melihat Hilal Karena Tertutup Awan

Selasa, 13 April 2021 | 07:39       Dibaca 457 kali

Kepala Kantor Kemenag Drs. H. Sulaiman beserta Kasi Bimas Islam Misbahul Ulum, M.Pd melakukan pemantauan hilal awal Ramadhan

Berau (Inmas) –  Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau Drs. H. Sulaiman bersama dengan Kepala Seksi Bimas Islam Misbahul Ulum, M.Pd., Kepala Penyelenggara Zakat Wakaf H. Salim, S.Ag, Plh Kepala KUA Kecamatan Maratua beserta tokoh agama yang ada di Kecamatan Maratua melaksanakan Rukyat Hilal di Dermaga Maratua, Senin (12/04).

Tim Rukyat Hilal awal 1 Ramadhan Kemenag Kabupaten Berau telah berusaha semaksimal mungkin untuk melihat hilal dengan alat yang ada, namun posisi hilal tidak nampak terlihat karena kabut tertutup awan, sehingga diputuskan untuk menunggu sidang isbat Kementerian Agama Pusat.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau Drs. H. Sulaiman mengatakan, “ sebagaimana kita ketahui bahwa dalam agama kita penentuan awal bulan Ramadhan salah satunya ada dua cara yaitu Hisab dan Rukyatul Hilal. Pada sore hari ini serentak seluruh Indonesia, lebih dari 80 titik melaksanakan Rukyatul Hilal bersama-sama, Mudah-mudahan tahun ini Ramadhan kita akan bersama-sama, namun ketetapan pemerintahlah yang menjadi dasar kita untuk melaksanakan awal puasa Ramadhan”.

Untuk menentukan awal puasa Ramadhan melalui keputusan sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama yang sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004, bahwa penentuan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah adalah dengan mekanisme sidang isbat.

Penentuan awal bulan pada kalender hijriyah ditetapkan berdasarkan penampakan hilal atau bulan sabit muda. Untuk mengetahui penampakan hilal, ada dua metode hisab dan metode rukyat. Hisab merupakan metode menghitung posisi benda langit khusunya matahari dan bulan. Sedangkan rukyat adalah observasi benda-benda langit untuk memverifikasi hasil hisab. Kedua metode tersebut adalah saling menguatkan. (MA)

Kontributor : MA 

Editor : Ruhainah