1 Ramadhan Kemenag Kukar Menetapkan Kadar Zakat dan Fidyah 1442 H.

Selasa, 13 April 2021 | 11:16       Dibaca 197 kali


KUKAR (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Kartanegara Drs.H. Mukhtar, MM pad hari pertama Ramadhan 1442H menimpin langsung pelaksanaan Rapat Penetapan Kadar Zakat dan Fidyah tahun 1442H/2021. Selasa (13/04)

Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Kukar kegiatan Rapat Penentuan Kadar Zakat dan Fidyah Kementerian Agama Kab. Kukar diikuti oleh perwakilan dari berbagai unsur Lembag/ Ormas Islam antara lain MUI, BAZ Daerah, Kesra, Perindaskop, Nadlatul Ulama, Muhammadiyah, polres Kodim dan beberapa Pejabat dilingkungan Kantor Kemenag. Kehadiran berbagai lembaga dan ormas Islam tersebut dimaksudkan untuk menyerap berbagai informasi dan pendapat mengingat penetuan kadar zakat harus berbasis pada keadaan masyarakat yang sesungguhnya dilapangan. Ucap Kepala Kemenag.

Pelaksanaan Rapat Penentuan Kadar Zakat dan Fidyah tersebut berlangsung cukup demokratis, dikarenakan kesimpulan dilakukan setelah mendengar masukan dari berbagai unsur lembaga terkait serta ormas islam yang hadir pada saat rapat. Adapun hasil keputusan penentuan kadar zakat dan fidyan di Kabupaten Kutai Kartanegara ditetapkan sebagai berikut ; Kadar Zakat Fitrah berupa beras 2.5 Kg sesuai dengan yang dikonsumsi setiap harinya sedangkan kalau dikonversi berupa uang dengan rincian sbb ; Kategori Pertama Rp, 40.000/ jiwa dengan asumsi harga beras/ kg Rp. 16.000,- Kategori Kedua Rp. 35.000/jiwa dengan asumsi harga beras/kg Rp. 14.000,- Kategori Ketiga Rp. 30.000/jiwa dengan asumsi harga beras/kg Rp. 12.000,- Kadar Fidyah syariatkan dengan makanan pokok / nasi serta lauk-pauknya atau setara 07 Ons beras, Kalau dikonversikan dengan uang Rp. 20.000 s/d 30.000 Rupiah/hari. Ketua MUI Kukar (Drs.H. Aminuddin Edy) mengingatkan agar pelaksanaan pembayaran fidyah dilaksanakan pada waktu berjalannya Ramadhan bukan diakhir Ramadhan saja. Ia juga menambahkan agar zakat maupun fidyah dibayarkan melalui amil zakat setempat tidak berdasar pada hatinurani Muzaki sehingga terarah dengan kadar yang tepat mengingat kemampuan masyarakat dalam memahami agama sangat variatif.(SU)

Kontributor : SU 

Editor : Ruhainah