Kakanwil: Penyuluh Agama Islam Harus Menjadi Barometer Pengamalan Agama Islam

Kamis, 29 April 2021 | 16:56       Dibaca 43 kali

Pemberian SK kepada salah satu Penyuluh Agama Islam

Balikpapan (Humas Kanwil) - Pelantikan Pengurus Mubaligh / Penyuluh Agama Islam Kota Balikpapan pada Kamis, (29/4) telah dilaksanakan, bertempat di Hotel Platinum Kota Balikpapan Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kalimantan Timur resmi melantik Pengurus Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kota Balikpapan Periode 2021-2025.

Penyuluh agama tersebut merupakan seorang yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembagunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.

Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Masrawan mengatakan, bahwa penyuluh agama islam harus menjalankan fungsinya dengan baik sebagai informatif, edukatif, konsultatif, dan advokatif terutama untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan agama yang mampu mewaspadai situasi yang terjadi di masyarakat.

"Seorang penyuluh agama merupakan figur yang ditokohkan, pemuka agama, serta tempat untuk bertanya, begitu pula dengan adanya aliran keagamaan, hendaknya penyuluh agama dapat menjernihkan bukan memperkeruh keadaan," jelas Masrawan.

Karena adanya keterbatasan penyuluh agama PNS yang hanya berjumlah 38 orang se-Kalimantan Timur, sehingga melalui pemerintah mengangkat penyuluh Agama Islam non PNS sejumlah 766 orang dengan mengangkat tokoh-tokoh agama, pengelola majelis ta'lim, guru Taman Pendidikan Al-Qur'an yang tersebar di kelurahan dan desa.

"Kementerian Agama mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dah Komisi VIII DPR RI yang telah menyetujui usulan pengangkatan Penyuluh Agama Islam Non PNS untuk membantu tugas-tugas Kementerian Agama sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pesan pemerintah melalui pintu agama," ucap Masrawan.

Kakanwil Kemenag Kaltim Masrawan didampingi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Menandatangani SK Penyuluh Agama Islam Kota Balikpapan di Hotel Platinum Kota Balikpapan pada Kamis, (29/4).

Kakanwil juga mengingatkan bahwa ada 8 klasifikasi tugas yang harus diemban seorang penyuluh agama, yaitu: narkoba, zakat wakaf, produk halal, keluarga sakinah, radikalisme dan pengentasan buta huruf Al-Qur'an.

"Ke depannya diharapkan Penyuluh Agama Islam harus selalu ditingkatkan kompetensinya, baik dalam kegiatan yang dilaksanakan kantor wilayah maupun Kemenag kabupaten / kota. Sehingga Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam menjadi wadah untuk berdiskusi tentang pokok dan fungsi penyuluh agama," Harap Masrawan.

Wagub Hadi Mulyadi juga berpesan kepada para Penyuluh Agama Islam Kota Balikpapan yang telah dilantik agar meniatkan hati menjadi penyuluh agama semata-mata untuk mencari keridhaan Allah SWT, sehingga bisa bekerja dengan tulus dan ikhlas.

"Diperlukan ketulusan dan hati yang ikhlas sebagai penyuluh agama. Sebab dengan ketulusan dan keikhlasan itu setiap orang akan bekerja dengan penuh cinta." Tutup Hadi. (ran)

Kontributor: Maharani Ramadhanty Fitria