MUI dan Kemenag, Bekerjasama Mengadakan Pelatihan Juru Sembelih Halal

Selasa, 13 Juli 2021 | 13:36       Dibaca 279 kali

Ka. Subbag TU Kemenag Berau H. Rahman Duka, M.Pd. dan Ketua MUI Kab. Berau Dr. H. Syarifuddin menghadiri Kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih

Berau (Humas) – Pelatihan Juru Sembelih Halal atas kerjasama Kantor Kementerian Agama dan MUI Kabupaten Berau yang dihadiri oleh Ketua MUI Kab. Berau Dr. H. Syarifuddin, M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Berau H. Rahman Duka, M.Pd., Kasi Bimas Islam Misbahul Ulum, M.Pd., Penyelenggara Zakat Wakaf H. Salim, S.Ag, dengan mendatangkan narasumber dari Samarinda dan diikuti sebanyak 30 orang peserta di Hotel Melati Tanjung Redeb, Minggu (11/07).

Pada sambutannya, Kasubbag TU H. Rahman Duka, M.Pd. mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah kepedulian MUI bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau terhadap terlaksananya penyembelihan hewan yang aman, sehat, utuh dan halal, sehingga kedepannya diharapkan akan lebih banyak juru sembelih halal yang memahami kaidah penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.

“Penyembelihan menaruh peran penting dari proses tersajinya daging di meja makan, karena penyembelihan menjadi salah satu faktor pemenuhan kriteria halal serta titik kritis dalam menghasilkan daging yang halal dan thoyyib. Dengan meningkatnya tuntutan di masyarakat akan ketersediaan pangan halal, maka legalitas profesi sebagai juru sembelih halal sangatlah diperlukan sehingga kehalalan daging dari hewan yang disembelih dapat terjamin,” ucap Kasubbag TU.

“Menjelang Idul Qurban 1442 H, masyarakat tentu sangat membutuhkan juru sembelih yang nantinya dapat menerapkan tata cara dan etika penyembelihan hewan qurban yang baik dan benar dengan memperhatikan aspek kehalalan dan aspek kesejahteraan hewan. Kedua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan sehingga peran juru sembelih menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban memenuhi persyaratan syariat Islam. Bahkan bila perlu membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aturan qurban, kriteria hewan qurban, waktu penyembelihan bacaan dan doa, serta pembagiannya. Sehingga tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat saat menitipkan hewan qurbannya kepada panitia yang digalangoleh setiap Ta’mir Masjid,” tutur H. Rahman Duka lagi.

H. Rahman Duka menambahkan, Berkaitan dengan pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/ 2021 M di masa pandemi Covid-19 ini, Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor 15 Tahun 2021 yang mengatur ketentuan pelaksanaan Qurban. "yang perlu kita perhatikan diantaranya, penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban, pemotongan hewan qurban di rumah pemotongan hewan Ruminasia (RPH-R), dalam hal tersebut jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-Rdengan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistrubusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian, pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia yang disaksikan oleh yang berqurban,” pungkasnya. (MA)

Kontributor : Humas Kankemenag Berau
Editor : Windy Adi Rumawan