Kankemenag PPU Sosialisasikan SE Menag Nomor 15 Tahun 2021

Rabu, 14 Juli 2021 | 20:03       Dibaca 68 kali


Penajam Paser Utara (Humas) - Kepala Kankemenag Kab. PPU Drs.H. Maslekhan, menghadiri rapat persiapan peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang berlangsung pada hari Selasa (13/07) bertempat di ruang rapat Wakil Bupati lantai 2 Kantor Bupati Kab. Penajam Paser Utara,

Rapat hari itu dipimpin oleh Asisten II H. Sodikin. Peserta yang hadir diantaranya Wakapolres, Kasdim 0913, BPBD, Dinkes dan sejumlah Forkopimda PPU lainnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penajam Paser Utara H. Maslekhan, sekaligus mensosialisasikan SE Menag No 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Sholat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M.

Tujuan dari penerapan surat edaran ini sebenarnya untuk meluruskan kembali kesalahpahaman masyarakat terhadap panduan tentang pelaksanaan salat Idul Adha 1442 pada masa Pandemi Covid-19. "Tidak benar Menteri Agama melarang umat Islam salat Id," ujar H. Maslekhan.

Yang benarnya kata beliau, bagi kaum muslimin yang berada pada zona oranye dan merah sebaiknya salat Id di rumah saja bersama keluarga. Sebaliknya daerah dengan zona kuning dan hijau dibolehkan salat di masjid / musala namun tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus korona di tengah-tengah masyarakat.

Setelah menyampaikan maksud dari isi surat edaran tersebut, H. Maslekhan juga menyampaikan kepada pemerintah setempat untuk dapat mengambil keputusan dalam waktu dekat ini, apakah masyarakat diperbolehkan melakukan sholat Id atau tidak.

Lebih lanjut, sebelum menutup rapat, Asisten II H. Sodikin berjanji bahwa pemerintah kabupaten akan sesegera mungkin mengeluarkan edaran dan tentunya isi edaran tersebut akan mengacu kepada SE Menag RI No 15 tahun 2021 dan disambut ucapan terima kasih dari Kakankemenag atas apresiasi Pemerintah Daerah terhadap SE Menag No 15Tahun 2021.

Sebagai informasi, berikut ketentuan Surat Edaran Mentteri Agama No. 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M:

Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua mesjid/musala, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10% dari kapasitas mesjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehaan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
  2. Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi adanya keramaian atau kerumunan.
  3. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari mesjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di mesjid/musala.
  4. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di Masjid/Musala pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan;
  5. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di Masjid/Musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat;
  6. Dalam hal salat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, sebagaimana dimaksud pada angka 3, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:
  7. Salat Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun salat dan penyampaian khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit.
  8. Jemaah salat Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;
  9. Panitia salat Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
  10. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti salat Idul Adha di lapangan terbuka atau mesjid/musala;
  11. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan salat Idul Adha sampai selesai;
  12. Setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.
  13. Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah salat Idul Adha
  14. Seusai pelaksanaan salat Idul Adha jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.
  15. Pelaksanaan kurban agar memerhatikan ketentuan sebagai berikut:
  16. Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban.
  17. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.
  18. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.
  19. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.
  20. Pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.(daas/yan)

Kontributor : Humas Kankemenag PPU
Editor : Windy Adi Rumawan