KUA Se-Kutim Diharapkan Ikuti petunjuk Layanan Nikah di Masa PPKM

Rabu, 14 Juli 2021 | 20:53       Dibaca 95 kali


Kutim (Humas) - Pemerintah sejak tanggal 03 hingga 20 Juli telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat guna menekan penyebaran virus Covid-19 varian delta. Tercatat pada 11 Juli kemarin di Indonesia tingkat harian kematian akibat Covid-19 mencapai rekor tertinggi di dunia dengan kasus 1.007 kasus setelah Rusia di angka 749 kasus.

Terkait hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur pada Rabu (14/07) melaksanakan rapat virtual terbatas dengan seluruh 18 KUA kecamatan dengan agenda penerapan pelayanan nikah di masa PPKM saat ini.

Rapat sendiri dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag, H. Nasrun dan menyampaikan bahwa saat ini tercatat 80 orang penghulu di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Untuk itu Kemenag Kutai Timur harus mengimplementasikan surat edaran dari Direktorat Jenderal Bimas Islam kemenag RI No. P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Petunjuk Teknis Layanan Nikah Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Lebih lanjut, di wilayah Kutai Timur pertanggal 13 Juli hanya wilayah Kec. Muara Bengkal yang berstatus zona hijau sedangkan di wilayah kecamatan lainnya berstatus zona merah dan oranye. "Oleh sebab itu, layanan nikah dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan penuh sebagai syarat mutlak terlaksananya layanan tersebut di masyarakat," terangnya.

Kasi Bimas Islam, H. Abdul Latif menerangkan bahwa isi surat Direktur Jenderal Bimas Islam menyampaikan 2 ketentuan yakni ketentuan umum dan ketentuan khusus. Adapun pada ketentuan umum disampaikan bahwa Pelayanan Nikah pada KUA Kecamatan selama masa pandemi COVID-19 maupun disaat pemberlakuan PPKM Darurat berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan KUA Kecamatan yang berada di luar wilayah Jawa dan Bali pada masa PPKM Darurat mengikuti ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-006/DJ.III/Hk.007/06/2020 tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman COVID.

Sedangkan pada ketentuan khusus dijelaskan dan harus dilaksanakan oleh setiap kepala KUA kecamatan bahwa waktu layanan KUA Kecamatan mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00 waktu setempat. Layanan pendaftaran nikah hanya dapat dilakukan secara online melalui situs simkah.kemenag.go.id dan pendaftaran nikah untuk pelaksanaan akad nikah tanggal 3 hingga 20 Juli ditiadakan. Pelaksanaan akad nikah pada masa PPKM Darurat hanya bagi calon pengantin yang telah mendaftar sebelum tanggal 3 Juli 2021 dan telah melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Selanjutnya, calon pengantin yang telah melakukan pendaftaran nikah secara online wajib segera menyampaikan seluruh dokumen persyaratan nikah kepada petugas KUA Kecamatan. Pelaksanaan akad nikah yang diselenggarakan di KUA Kecamatan atau di rumah dihadiri paling banyak 6 orang. "Calon pengantin, wali nikah, dan 2 orang saksi dalam kondisi sehat dibuktikan dengan hasil negatif Swab Antigen yang berlaku minimal 1x24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah," sebut H. Abdul Latif.

Pelaksanaan akad nikah yang diselenggarakan di gedung pertemuan atau hotel diikuti paling banyak 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang. Pelaksanaan akad nikah wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pihak calon pengantin menandatangani surat pernyataan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan bermaterai.

Jika dalam hal protokol kesehatan tidak dapat terpenuhi, Kepala KUA Kecamatan/Penghulu dapat menunda atau membatalkan pelaksanaan akad nikah disertai alasannya secara tertulis. Kepala KUA Kecamatan/Penghulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing untuk memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan layanan nikah.

Karena itu, dari isi edaran Direktur Jenderal Bimas Islam agar dapat diterapkan guna menekan penyebaran virus Covid-19 varian delta yang tengah mebawah dan meningkat pada masyarakat. (fd)

Kontributor : Humas Kankemenag Kutim
Editor : Windy Adi Rumawan