Bimtek Penyelenggaraan Fardhu Kifayah Jenazah Covid-19 Bagi Penyuluh Agama Islam

Jumat, 30 Juli 2021 | 14:01       Dibaca 51 kali

Ka. Subbag TU Kemenag Buka Bimtek Penyelenggaraan Fardhu Kifayah jenazah Covid-19 bagi Penyuluh Agama Islam

Berau (Inmas ) – Bimas Islam laksanakan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Fardhu Kifayah jenazah Covid-19 bagi Penyuluh Agama Islam yang dirangkai dengan penyerahan paket vitamin kepada ASN dan penyuluh yang terdampak covid-19 sesuai Instruksi Dirjen Bimas Islam, yang dihadiri oleh Ka. Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau H. Rahman Duka, M.Pd. yang didampingi oleh Kepala Seksi Bimas Islam Misbahul Ulum, M.Pd. dan Ketua Pokjaluh yang juga Ketua MUI Kabupaten Berau Dr. H. Syarifuddin, M.Pd. di Aula Kemenag Berau, Minggu (25/07).

Meskipun perkembangan covid-19 semakin meningkat, Bimas Islam bekerjasama dengan Pokjaluh dengan mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan bimtek penyelenggaraan fardhu kifayah bagi para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di empat Kecamatan terdekat.

Sebanyak 25 orang Penyuluh mendapatkan materi dari narasumber yang sehari-hari bergelut dengan mengurusi jenazah covid-19 di RSUD Abdul Rifai Tanjung Redeb yaitu M. Arsad, S.Pd. M.Pd yang didampingi ustazh Hadi Sutompo.

Kasi Bimas Islam Misbahul Ulum, M.Pd. selaku Panitia Penyelenggara Bimtek ini mengatakan, “Kegiatan ini dimaksudkan adalah memberikan bimbingan ataupun praktik secara langsung kepada para penyuluh, agar suatu saat diperlukan bisa membantu tim yang sudah ada. Apalagi dari hari ke hari jumlah yang meninggal bertambah banyak .  

Selanjutnya, Ka. Subbag TU Kantor Kemenag Berau H. Rahman Duka, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kita , kepada amil jenazah dan juga bimbingan kepada masyarakat, bahwa mereka harus memiliki persepsi yang sama dalam penanganan jenazah baik yang terkena covid-19 maupun jenazah biasa”.

“Harus bisa dibedakan, karena sudah ada fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang terinfeksi covid-19. Mulai tahap pemandian jenazah, pengkafanan,penyolatan, hingga penguburan”.

“Jenazah muslim pengurusannya harus sesuai syariat Islam, namun tetap memenuhin protokol kesehatan agar tidak berpotensi terjadinya penularan terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Karena sangat riskan ketika kita tidak mengenal atau tidak tahu cara penanganan ketika jenazah terkena covid-19 sehingga bisa jadi amil jenazah menjadi korban penularan covid-19 itu sendiri. Kegiatan  tersebut mampu meningkatkan pengetahuan khususnya dalam masalah pengurusan jenazah, sehingga diharapkan Kabupaten Berau kedepannya dua kali tambah baik”, tutur H. Rahman Duka. (MA) 

Kontributor : MA 

Editor : Ruhainah