Gubernur H. Isran Noor Pimpin Upacara Hari Santri ke 7 Tahun 2021

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:24       Dibaca 69 kali


Samarinda_(Humaskanwil), Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember yang kita peringati sebagai hari Pahlawan.

Jumat, 22/10, bertempat di Aula Olah raga Kanwil Kemenag Prov. Kalimantan Timur, Upacara Hari Santri Ke 7 Tahun 2021 Tingkat Provinsi digelar dan dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Timur, H. Isran Noor. Suasana hujan menambah sakral upacara ini. Tampak hadir juga dalam upacara kali ini, Ketua PTA Samarinda, H. Mansyur, Ketua MUI Kaltim, KH.M. Rasyid, Ketua FKUB Prov. H. Asmunie Ali , Rektor UNU, H. Farid Wajdi serta beberapa Kepala Dinas yang berkesempatan hadir. Tak lupa juga beberapa Pimpinan Pondok Pesantren di wilayah Samarinda.

Dengan membacakan sambutan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur H. Isran Noor bertindak selaku Pemimpin upacara mengungkapkan sejak ditetpakan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan hari santri dengan tema yang berbeda. Untuk peringatan Tahun ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa raga.

Maksud Santri Siaga Jiwa raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga meyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah mejaga kesucian hati dan akhlaq , berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

H. Isran Noor melanjutkan bahwa Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan tetpai juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan peringatan Hari Santri Tahun ini, kalangan pesantren mendapatkan ‘kado indah’ dari Presiden Jokowi berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya penigkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

Diakhri acara, H. Isran Noor beserta seluruh pejabat yang hadir menyempatkan diri berfoto bersama dengan para santri yang dilanjutkan dengan ramah tamah.(Ina)

Kontributor : Ruhainah

Editor : -