Kemenag Kaltim Ajak Giatkan Gerakan Literasi Zakat dan Wakaf Uang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:05       Dibaca 125 kali


Samarinda (Humas Kanwil) - Zakat dan wakaf sebagai instrumen kekuatan ekonomi umat perlu dilakukan penataan di bidang pengelolaannya, sehingga masyarakat sebagai subjek dari zakat dan wakaf dapat berkontribusi bagi kemajuan perzakatan dan perwakafan di tanah air dan berpartisipasi dalam program penanggulangan atau pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Untuk itu, Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Gerakan Literasi Zakat Nasional dan Wakaf Uang se-Kalimantan Timur Tahun 2021 di Hotel Ibis, Samarinda, 29-30 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti 20 peserta dan dibuka Kakanwil Kemenag Kaltim Masrawan, Jumat (29/10).

Hadir pula dalam kegiatan, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur Ahmad Nabhan, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kaltim Mohlis,  Kepala Bidang Bimas Islam Muhammad Isnaini, serta seluruh peserta perwakilan pengurus dari Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Nadzir, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

Kakanwil mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, menurutnya kegiatan ini sebagai respon dan aspiratif terhadap perkembangan pengelolaan zakat nasional dan wakaf uang di Kalimantan Timur.

“Saya menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ucap Masrawan.

Hasil survei indeks literasi zakat dan wakaf menunjukan tempat pembayaran zakat paling banyak dipilih oleh masyarakat adalah masjid dan musala di mana faktor aksestabilitas menunaikan zakat menjadi faktor paling dominan yang dipilih masyarakat, sedangkan untuk sumber informasi zakat yang paling dominan adalah ceramah agama.

Berbeda dengan zakat, wakaf uang menjadi prefensi paling tinggi dalam memilih jenis wakaf. faktor kredibilitas, transparan dan akuntabilitas menjadi pilihan terbanyak responden. Wakif telah memilih nadzir sebagai lembaga terpercaya sebagai sarana menunaikan wakaf uang. Sementara sumber terbesar informasi tentang wakaf didapatkan dari ceramah agama.

Disampaikan Masrawan bahwa perlu transformasi pelaksanaan zakat dan wakaf yang lebih luas dan modern. “Pelaksanaan zakat dan wakaf diusahakan dapat terlaksana lebih modern, sehingga berdampak bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 kesadaran masyarakat untuk berzakat mengalami peningkatan, baik secara nasional maupun yang terjadi di Kalimantan Timur, perolehan dana zakat naik sebesar 10% dari tahun sebelumnya, dari rata-rata per tahun Rp 100 miliar menjadi Rp 110 miliar.

“Ini mengindikasikan bahwa masyarakat Kaltim adalah masyarakat yang baik dan senang berbagi, contohnya kegiatan Jumat berkah yang dilakukan secara tulus dan ikhlas membantu masyarakat yang terdampak akibat pandemi,”

Kakanwil pun berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai zakat dan wakaf uang. “Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan kita sekaligus menjadi momen penyampaian berbagai informasi penting yang berkaitan dengan perkembangan zakat dan wakaf di Indonesia dan khususnya di Kalimantan Timur.” Harapnya.

Masrawan juga menyerahkan secara simbolis bantuan operasional yang telah direalisasikan oleh Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur tahun 2021 kepada Baznas Kalimantan Timur sebesar Rp 88 juta, bantuan audit keuangan untuk Baznas Kalimantan Timur sebesar Rp 30 juta,  dan bantuan untuk BWI sebesar Rp 100 juta. (ran)

Kontributor: Maharani Ramadhanty Fitria
Editor: -