MIN 2 Samarinda, Pengembangan Kompetensi Guru Bidang Literasi, Numerasi dan Sain

Selasa, 16 November 2021 | 06:58       Dibaca 197 kali


Samarinda (Humas) – Untuk meningkatkan Kompetensi dan profesionalitas guru, Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) Se Kota Samarinda, menggelar program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Bidang Literasi, Numerasi dan Sains yang dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Samarinda, Senin(15/11).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota samarinda Dr. H. Baequni, M.Pd., di dampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda Dra. Hj. Rahmi Roihana, M.Pd.I., Pengawas MI  dan Kepala MIN 2 Samarinda

Ikbal, S.Pd.I selaku ketua panitia menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 54 orang terdiri 17 Madrasah yang ada di Kota Samarinda dan  berlangsung Selama 5 hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Baequni., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKB-KKG MI adalah media untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru yang selanjutnya ditransfer ke diri peserta didik. Olehnya itu, pendidik juga harus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, termasuk mencari pengetahuan di media sosial seperti google. Karena biar bagaimanapun, PKB esensinya tidak bisa disebut berkelanjutan jika tidak ada pengetahuan baru.

Selanjutnya  bahwa KKG merupakan wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga pendidik. Hal tersebut menjadi alasan pemerintah dan Bank Dunia memberikan support dana. Olehnya itu, semua tenaga pendidik yang menjadi peserta program PKB harus tetap semangat dan berkomitmen penuh dalam membangun motto "Madrasah lebih baik, lebih baik Madrasah."

Lebih jauh dijelaskan bahwa Ada beberapa program dari Kemenag Kota Samarinda, baik itu di KUA Kecamatan dan di Madrasah Negeri maupun Swasta, agar melaksanakan Pola Kerja : Setia, Taat, Musyawarah, dan Jujur. H. Baequni juga mengajak supaya menjadi sebagai ASN Sumringah, Pegawai yang bergembira / riang tetapi usul kita juga dimaksudkan sebagai kepanjangan dari Affirmative, Sistemic, Networking Team (Santun Melayani, Rasa Ikhlas Mengabdi untuk Amal dan Ibadah).

Selain pola kerja, disampaikan juga, bahwa guru sebagai figur yang ditiru harus memberi teladan sifat moderat dalam beragama, yaitu sifat yg berdasarkan prinsip adil dan seimbang dalam mempelajari, memahami dan melakasanakan ajaran agama. Harus diluruskan bahwa sifat moderat itu ditafsirkan dengan sikap tidak peduli terhadap perbaikan, tidak bisa juga di tafsirkan tidak sungguh - sungguh membela agama. (han)

Kontributor: Humas Kemenag Samarinda
Editor: Windy Adi Rumawan