Moderasi Beragama: Kemenag Samarinda Beri Materi Pada PKB Guru BK MTs Se Kaltim

Selasa, 16 November 2021 | 10:59       Dibaca 257 kali


Samarinda (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda Dr. H. Baequni., M.Pd., menghadiri undangan sekaligus sebagai pemateri pada acara Musyawarah Guru Bimbingan Konseling Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) Guru BK MTs Se Kalitim yang diselenggarakan di ruang serbaguna Djakarta Anandita Hotel Samarinda, Senin (15/11).

Dalam arahannya, Kakan Kemenag Samarinda, H. Baequni., menyampaikan bahwa terdapat perbedaan antara moderasi beragama dan moderasi agama. Menurutnya, moderasi beragama adalah prilaku seseorang untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama.

“Apa sih moderasi beragama itu? moderasi beragama dan moderasi agama itu berbeda Bapak/Ibu. Moderasi beragama itu adalah prilaku seseorang untuk melaksanakan ajara-ajaran agama. Kemudian moderasi agama, agama itu tidak perlu dimoderasikan karena agama sendiri itu memang moderasi,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa moderasi beragama pada dasarnya sudah dicetuskan pada masa kepemimpinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kemudian dilanjutkan pada tujuh arah Kebijakan yang salah satunya adalah terkait dengan penajaman moderasi beragama.

Melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) Guru BK MTs Se Kalitim yang juga diisi materi moderasi beragama ini diharapkan agar para pendidik dapat mentransfer ilmunya kepada peserta didik sehingga dapat menumbuhkan nilai-nilai beragama sejak dini. Lebih dari itu Kementerian Agama terus berupaya menjadikan madrasah sebagai sarana pendidikan yang mandiri dan bermartabat.

Lebih jauh dijelaskan bahwa Ada beberapa program dari Kemenag Kota Samarinda, baik itu di KUA Kecamatan dan di Madrasah Negeri maupun Swasta, agar melaksanakan Pola Kerja : Setia, Taat, Musyawarah, dan Jujur. H. Baequni juga mengajak supaya menjadi sebagai ASN Sumringah, Pegawai yang bergembira / riang tetapi usul kita juga dimaksudkan sebagai kepanjangan dari Affirmative, Sistemic, Networking Team (Santun Melayani, Rasa Ikhlas Mengabdi untuk Amal dan Ibadah).

Selain pola kerja, disampaikan juga, bahwa guru sebagai figur yang ditiru harus memberi teladan sifat moderat dalam beragama, yaitu sifat yg berdasarkan prinsip adil dan seimbang dalam mempelajari, memahami dan melakasanakan ajaran agama. Harus diluruskan bahwa sifat moderat itu ditafsirkan dengan sikap tidak peduli terhadap perbaikan, tidak bisa juga di tafsirkan tidak sungguh-sungguh membela agama. (han)

Kontributor: Humas Kemenag Samarinda
Editor: Windy Adi Rumawan