Penguatan Literasi Beragama Sebagai Wujud Pemberian Pelayanan Prima

Kamis, 02 Desember 2021 | 09:44       Dibaca 175 kali


Kukar (Humas Kanwil) – Berdasarkan instruksi Kementerian Agama terdapat program prioritas kebijakan diantaranya, moderasi beragama, transformasi digital dan revitalisasi KUA. Untuk itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah konkrit dengan upaya merubah mindset masyarakat bahwa KUA dan penghulu tidak hanya sebagai mencatat pernikahan saja, melainkan menjawab tuntutan masyarakat di era literasi.

Melalui kegiatan penguatan literasi beragama bagi penghulu yang diusung oleh Seksi Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah pada Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, diharapkan mampu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mampu melakukan pemetaan persoalan sosial maupun persoalan masyarakat agar bisa dicarikan solusinya.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Masrawan, Kepala Bagian Tata Usaha Mohlis menyampaikan bahwa Kepala KUA maupun penghulu harus memiliki minat, fokus dan berani mengambil risiko, sebab penghulu merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Maka dari itu kualitas dan kuantitas penghulu harus ditingkatkan baik dari segi pengetahuan dan wawasan, serta dari segi karakter penghulu itu sendiri,” tutur Mohlis, Kamis (2/12) di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Literasi beragama dalam dunia kepenghuluan dimaksud agar penghulu mampu membangun komitmen terhadap diri sendiri bahwa penghulu akan mampu melayani masyarakat, seperti konsultasi keagamaan masyarakat di bidang fikih, keluarga sakinah, tentang Islam Rahmatan Lil’alamin dan persoalan-persoalan hukum Islam lainnya yang tidak hanya dilakukan melalui konvensional saja, melainkan juga dalam bentuk digital.

“Literasi dapat membantu meningkatkan kemampuan seorang kepala KUA dan penghulu dalam menyimpulkan dan merespon lingkungan. Sehingga dengan begitu pengetahuan dalam masyarakat menjadi meningkat,” lanjut Kabag TU.

Mohlis pun berharap dengan terselenggaranya kegiatan tersebut dapat membawa hikmah serta menambah manfaat sebagai upaya bersama di dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghulu tidak hanya sebagai pencatat nikah melainkan mampu berbuat lebih dengan terobosan pengembangan-pengambangan program yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.”

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Muhammad Isnaini, Kepala Seksi Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah Elhamsyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara Mukhtar dan 25 peserta yang terdiri dari kepala KUA kecamatan di Kutai Kartanegara, Samarinda dan Bontang. (ran)

Kontributor: Maharani Ramadhanty Fitria
Editor: -