Kemenag Terima Kunjungan Kantor Imigrasi Samarinda

Kamis, 02 Desember 2021 | 13:33       Dibaca 72 kali

Pertemuan di ruang kerja Kasubag TU dengan Perwakilan Imigrasi Samarinda

Bontang (Humas) - Sejumlah 4 orang dari Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Kamis (2/12) pagi tadi berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Kota Bontang. Ditemui langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H Ali Mustofa didampingi oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H Najmuddin Tamini di ruang kerjanya, pertemuan berjalan cukup serius.

Dijelaskan oleh Ona perwakilan Imigrasi maksud kunjugan timnya adalah untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan ibadah haji dan umrah serta beberapa hal penting lainnya. "Beberapa hal yang ingin kami koordinasikan adalah proses pemberian rekomendasi passport bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah. Selanjutnya berkenaan dengan kebijakan terbaru dari Arab Saudi terhadap pelaksanaan ibadah umrah tindak lanjutnya seperti apa," tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut H Najmuddin menerangkan bahwa bagi jamaah yang membutuhkan rekomendasi untuk mengurus passport bisa mengajukan permohonan melalui biro travel yang aka memberangkatkan mereka. "Yang kami periksa terlebih dahulu adalah status biro travel tersebut terdaftar atau tidak di Kemenag baru selanjutnya domisili jamaah harus warga Kota Bontang," jelasnya.

"Untuk sementara ini pelayanan rekomendasi umrah melalui aplikasi Siskopatuh selama belum ada kebijakan terbaru baik dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi. Namun kami tegaskan bahwa yang berhak mendapat rekomendasi adalah dari biro travel yang benar terdaftar di Kemenag dan wajib mencantumkan estimasi keberangkatan. Selanjutnya jika ada permohonan dari luar Kota Bontang maka akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan Kemenag tempat domisilinya berada," tambahnya.

Lebih lanjut pemerintah saat ini sudah menyiapkan skenario pemberangkatan haji jika nantinya dibuka oleh pihak Arab Saudi dan yang akan diberangkatkan terlebih dahulu adalah sesuai urutan yang ada dalam daftar tunggu aplikasi Siskohat. Dibuka atau tidaknya izin pelaksanaan ibadah haji barometernya adalah pelaksanaan ibadah umrah nantinya. Jika dianggap bisa maka bukan tidak mungkin Arab Saudi akan membuka pelaksanaan ibadah haji.

Hal penting lain yang dikoordinasikan adalah berkaitan dengan penyalahgunaan visa atau passport. Menurut pihak imigrasi penyalahgunaan sering terjadi dari yang awal tujuannya adalah ibadah malah beralih ke yang sifatnya terorisme atau diluar tujuan utama. Menanggapi hal tersebut H Ali Mustofa akan membawa masalahnya ke forum pertemuan dengan tim Pakem Bontang untuk dicarikan solusinya. (sch)

Kontributor: Humas Kemenag Bontang
Editor: Windy Adi Rumawan