Abdul Kadir: PJOK Mampu Bentuk Katakter Siswa MAN Paser

Kamis, 27 Januari 2022 | 09:41       Dibaca 65 kali

Guru PJOK Memberikan penguatan materi praktik terhadap peseta didik MAN Paser

Paser (Madrasah) - Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari siswa di masa seperti sekarang ini. Karena dengan pengetahuan mengenai kesehatan dan praktik olahraga, siswa dapat membentengi diri salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas). Dengan olahraga teratur menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Seperti pada Kamis (27/01) salah satu guru PJOK memberikan materi praktik terhadap siswa kelas X Kegamaan yang hadir 50% saat itu di halaman utama MAN Paser.

Salah satu guru PJOK MAN Paser Abdul Kadir, S.Pd, mengatakan bahwa sangat diharapkan dukungan dari semua pihak agar mampu memanfaatkan setiap momen dalam proses pembelajaran PJOK yakni tahap pendahuluan, tahap inti dan tahap penutup sebagai peluang emas untuk membentuk karakter peserta didik.

"Berawal dari peserta didik, pada gilirannya bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang berkarakter. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang dapat memperkuat eksistensi suatu Negara, sedangkan bangsa yang rapuh karakternya bisa membawa kemunduran peradaban bangsa," sebutnya menambahkan.

Harus jujur, lanjut Abdul Kadir, S.Pd, diakui bahwa pendidikan di Indonesia pada saat sekarang ini lebih menekankan pada aspek kognitif. Sedangkan aspek moral (karakter) kurang mendapatkan porsi perhatian yang memadai. Masyarakat lebih respek terhadap peserta didik yang lulus dengan nilai tertinggi, tidak peduli itu diperoleh melalui kerja keras atau tindakan curang. Kerusakan moral sudah merasuk sampai kepada sendi-sendi kehidupan masyarakat dalam bentuk tindakan kriminal seperti korupsi dan tindakan kriminal lainnya, bahkan virus tersebut sudah menyebar luas sampai ke instirusi pendidikan yang merupakan persemaian nilai-nilai luhur. Mencontek berjamaah bukan rahasia lagi di kalangan peserta didik pada saat ujian dan plagiarisme sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan guru, dosen, bahkan calon guru besar.

Menghadapi situasi seperti ini, guru PJOK tidak boleh menutup mata, tetapi bahu membahu bersama komponen lainnya untuk mencarikan solusi. PJOK yang diberikan di madrasah harus sarat dengan nilai-nilai luhur kehidupan, seperti kerjasama, disiplin, tanggungjawab, sportif dan pantang menyerah.

Guru PJOK sebagai nakhodanya diharapkan mampu menggali, mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai keutamaan tersebut kepada para peserta didik. (db)

Kontributor: Humas MAN Paser
Editor: Windy Adi Rumawan